Pasal 89
Pedoman Pemeriksaan dan Penagihan Pajak Daerah
Teks hasil ekstraksi, belum selesai diverifikasi. Gunakan dokumen sumber untuk memastikan kutipan.
BAB III PENAGIHAN
Bagian Kesatu Pejabat dan Jurusita
Ayat (1)
Dalam rangka melaksanakan Penagihan, Kepala Daerah berwenang menunjuk Pejabat untuk melaksanakan Penagihan.
Ayat (2)
Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang:
Huruf a
mengangkat dan memberhentikan Jurusita; dan
Huruf b
menerbitkan:
Angka 1
Surat Teguran;
Angka 2
surat perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus;
Angka 3
Surat Paksa;
Angka 4
Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan;
Angka 5
surat pengusulan Pencegahan;
Angka 6
surat perintah Penyanderaan;
Angka 7
surat pencabutan sita;
Angka 8
pengumuman Lelang;
Angka 9
surat penentuan harga limit;
Angka 10
pembatalan Lelang; dan
Angka 11
surat lain yang diperlukan untuk pelaksanaan Penagihan Pajak.
Ayat (3)
Dalam rangka penerbitan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, Pejabat dapat mendelegasikan kewenangan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ayat (4)
Jurusita sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a bertugas:
Huruf a
melaksanakan surat perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus;
Huruf b
memberitahukan Surat Paksa;
Huruf c
melaksanakan Penyitaan atas barang Penanggung Pajak berdasarkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan; dan
Huruf d
melaksanakan Penyanderaan berdasarkan surat perintah Penyanderaan.