Pasal 19
Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah
Teks hasil ekstraksi, belum selesai diverifikasi. Gunakan dokumen sumber untuk memastikan kutipan.
BAB IV PENETAPAN, PENGHITUNGAN DAN PENILAIAN
Bagian Pertama Penetapan
Ayat (1)
SPPT memuat besaran pokok PBB-P2 yang terutang.
Ayat (2)
Penandatanganan SPPT sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan oleh Kepala Bapenda dan dapat dilakukan secara elektronik.
Ayat (3)
SPPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan merupakan bukti kepemilikan dan/atau tidak dapat dijadikan sebagai tanda bukti kepemilikan atas bumi dan/atau bangunan.
Ayat (4)
SPPT sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat diterbitkan melalui:
Huruf a
pencetakan massal;
Huruf b
permohonan perorangan atau badan usaha;
Huruf c
pencetakan dalam rangka pembuatan Salinan SPPT;
Huruf d
pencetakan dalam rangka penerbitan SPPT sebagai tindak lanjut atas keberatan, pengurangan atau pembetulan;
Huruf e
pencetakan dalam rangka pendaftaran objek PBB-P2; atau
Huruf f
penerbitan SPPT akibat data yang terblokir atau tidak aktif.
Ayat (5)
SPPT sebagaimana dimaksud ayat (1) diklasifikasikan sebagai berikut:
Huruf a
Buku I dengan jumlah pokok ketetapan Pajak sampai dengan Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah);
Huruf b
Buku II dengan jumlah pokok ketetapan Pajak sebesar Rp100.001,00 (seratus ribu satu rupiah) sampai dengan Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);
Huruf c
Buku III dengan jumlah pokok ketetapan Pajak sebesar Rp500.001,00 (lima ratus ribu satu rupiah) sampai dengan Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah);
Huruf d
Buku IV dengan jumlah pokok ketetapan Pajak sebesar Rp2.000.001,00 (dua juta satu rupiah) sampai dengan Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah); dan
Huruf e
Buku V dengan jumlah pokok ketetapan Pajak diatas Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).
Ayat (6)
SPPT dapat disampaikan melalui sistem informasi berbasis elektronik atau secara langsung oleh pihak yang ditunjuk dengan ketentuan sebagai berikut:
Huruf a
Buku I dan II disampaikan oleh Desa/Kelurahan dan Kecamatan; dan
Huruf b
Buku III, IV dan V disampaikan oleh Bapenda.
Ayat (7)
Jangka waktu penyampaian SPPT sebagaimana dimaksud pada ayat (6) paling lambat bulan Juni.
Ayat (8)
Pihak yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) wajib membuat laporan penyampaian SPPT.